Tour Jogja – Jogjaselalu punya cara membuat siapa pun ingin kembali. Kota ini tak hanya kaya budaya dan sejarah, tetapi juga penuh cita rasa lewat beragam oleh-oleh khas yang menggoda. Dari makanan manis hingga kerajinan tangan, semuanya menggambarkan kehangatan khas masyarakat Jogja.
Berikut 10 oleh-oleh khas Jogja yang paling dicari wisatawan, wajib kamu bawa pulang setelah liburan ke Kota Gudeg!
Bakpia Pathok

Credit: GoFood
Tak lengkap rasanya berkunjung ke Jogja tanpa mencicipi Bakpia Pathok. Kudapan mungil ini terbuat dari adonan tepung berisi kacang hijau manis lalu dipanggang hingga kulitnya lembut. Kini, varian rasanya makin beragam: cokelat, keju, matcha, bahkan durian.
Kamu bisa menemukan toko bakpia di kawasan Pathok atau Malioboro. Banyak penjual yang memanggang langsung di tempat, sehingga aroma harumnya menggoda setiap orang yang lewat. Rasanya ringan, tahan lama, dan cocok untuk semua usia.
Gudeg Kaleng

Credit: Paket Wisata Jogja
Siapa pun yang pernah mencicipi gudeg, pasti ingin merasakan lagi manis gurihnya nangka muda berpadu sambal krecek pedas. Kini, kamu bisa membawa cita rasa Jogja ini dalam bentuk kaleng praktis.
Produsen seperti Yu Djum atau Bu Lies membuat gudeg kaleng yang tahan berbulan-bulan tanpa pengawet. Cukup panaskan sebelum disajikan, dan kamu bisa menghadirkan rasa Jogja di meja makan rumahmu.
Jaddah Tempe

Credit: Bakpia Kukus Tugu Jogja
Jaddah Tempe adalah salah satu kudapan tradisional khas Jogja yang memadukan ketan gurih dengan tempe bacem manis. Teksturnya lembut di bagian jadah, kontras dengan tempe yang padat dan kaya rasa. Meski sederhana, jaddah tempe selalu punya tempat di hati para penikmat kuliner klasik.
Biasanya disajikan sebagai camilan atau sarapan, jaddah tempe menawarkan cita rasa khas rumahan yang hangat dan mengenyangkan. Cocok sekali untuk dibawa pulang sebagai oleh-oleh, atau dinikmati langsung saat masih hangat.
Yangko

Credit: Detik
Kalau kamu penyuka camilan manis, Yangko wajib masuk daftar oleh-olehmu. Kue ini terbuat dari tepung ketan dengan isian kacang tanah halus, bertekstur kenyal seperti mochi.
Kamu bisa menemukan yangko di kawasan Kotagede, pusat produksinya sejak zaman dahulu. Warnanya cerah, rasanya lembut, dan dikemas cantik. Makanan ini cocok dijadikan buah tangan untuk keluarga atau teman.
Baca juga: Wisata Sejarah Jogja
Wedang Uwuh

Credit: Alodokter
“Wedang uwuh” secara harfiah berarti “minuman sampah”, namun jangan salah, isinya justru campuran rempah berkhasiat seperti jahe, kayu secang, daun cengkeh, dan kayu manis.
Warna merah alami dan aromanya menenangkan. Kamu bisa membeli wedang uwuh kering di kawasan Imogiri, lalu menyeduhnya di rumah. Minuman ini menjaga daya tahan tubuh dan menghangatkan malam.
Walang Goreng

Credit: Gudeg Bagong
Bagi pencinta kuliner unik, walang goreng alias belalang goreng patut dicoba. Hewan kecil ini digoreng kering dengan bumbu ketumbar dan bawang putih, menghasilkan rasa gurih renyah seperti udang.
Masyarakat Gunungkidul sudah mengolah walang sebagai makanan khas turun-temurun. Meski terdengar ekstrem, banyak wisatawan justru menjadikannya oleh-oleh unik untuk teman dan keluarga.
Batik Yogyakarta

Credit: Jogja Konveksi
Batik Jogja bukan sekadar kain, tapi juga simbol nilai dan makna. Motif parang melambangkan keteguhan, kawung menggambarkan kesucian, sedangkan truntum berarti cinta yang tumbuh kembali.
Kamu bisa berbelanja batik di Kampung Batik Giriloyo atau Pasar Beringharjo. Banyak pengrajin membatik secara manual, menciptakan karya yang indah dan sarat filosofi. Setiap helai batik membawa kisah budaya yang abadi.
Blangkon

Credit: Moreartmoreit
Blangkon menjadi salah satu simbol keanggunan pria Jawa. Terbuat dari kain batik, penutup kepala ini dibentuk dengan teknik lipatan rumit yang mencerminkan ketelitian dan keteguhan hati.
Kini banyak pengrajin menghadirkan blangkon dengan desain modern, sehingga cocok juga untuk fashion kasual. Kamu bisa membelinya di Kotagede atau sepanjang Malioboro dengan harga yang terjangkau.
Baca juga: Tempat Glamping Jogja
Kebaya dan Kain Lurik

Credit: Zalora Indonesia
Sebagai pelengkap gaya khas Jogja, kebaya dan kain lurik menjadi oleh-oleh bernilai tinggi. Kain lurik ditenun dari kapas dengan pola garis sederhana, melambangkan kesahajaan masyarakat Jawa.
Kamu bisa membeli kain lurik dan kebaya di butik lokal atau sentra kerajinan Bantul dan Imogiri. Banyak desainer kini mengubah lurik menjadi busana modern, menjadikannya simbol keanggunan yang tetap membumi. Dengan satu set kebaya dan lurik, kamu membawa pulang keindahan budaya Jogja dalam bentuk busana yang hidup.
Baca juga: Paket Tour Jogja 2 Hari
Jogja bukan hanya tentang tempat wisata, tetapi juga tentang cerita yang bisa kamu bawa pulang. Dari bakpia yang lembut hingga kebaya dan kain lurik yang anggun, setiap oleh-oleh memancarkan kehangatan dan filosofi hidup masyarakat Yogyakarta.
Kalau mau liburan tanpa ribet dan pengen eksplor Jogja lebih dalam, kamu bisa langsung cek paket lengkapnya bareng Labiru Tour biar perjalananmu makin sat-set dan aman.